Kamis, 04 Juli 2013

Minggu, 14 Oktober 2012

Fisika Untuk Semua

Fisika sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari
inilah foto senior ahli fisika

Cikotok Nol Kilometer

Di manakah nol kilometer Cikotok?
Peta Cikotok


Siapa yang tahu dimana letak nol Cikotok

Jumat, 07 Oktober 2011

Siapa saya, untuk apa saya hidup?

Bangun motivasi untuk menyukai Fisika

ketika mahasiswa OSPEK 1996 FPMIPA IKIP MALANG

Renungan

Perkembangan yang cepat di bidang teknologi dan ilmu pengetahuan, diikuti dengan pertumbuhan ekonomi yang cepat akan berdampak pada norma kehidupan, seperti tersingkirnya tenaga kerja yang kurang berpendidikan dan kurang terampil. Untuk itu diperlukan suatu rancangan pendidikan yang memberikan kecakapan hidup berupa keterampilan dan keahlian dengan kompetensi tinggi untuk dapat bertahan dalam suasana yang selalu berubah. Agar pengetahuan yang dimiliki selalu mutahir, maka perlu dikembangkan cara-cara belajar yang baru, bagaimana mencari, memilih, dan mengolah informasi yang sesuai dengan kebutuhan sebagai suatu kecakapan hidup.
Kecapakan hidup yang dimiliki harus terdapat dalam pengalaman belajar. Pengalaman belajar merupakan kegiatan fisik maupun mental yang dilakukan siswa dalam berinteraksi dengan bahan ajar. Pengalamaan belajar dilakukan oleh siswa untuk menguasai kompetensi dasar yang telah ditentukan (Depdiknas, 2003:8)
Dalam mengembangkan kecakapan hidup dengan mengintegrasikannya dalam pengalaman belajar, perlu dilakukan pemilihan yang tepat sesuai dengan kompetensi dasar yang dipilih.
Mata pelajaran fisika di SMA dikembangkan dengan mengacu pada pengembangan fisika yang ditujukan untuk mendidik siswa agar mampu mengembangkan observasi dan eksperimen serta berpikir taat asas. Hal ini didasari oleh tujuan pembelajaran fisika agar siswa mampu mengamati, memahami, dan memanfaatkan gejala-gejala alam yang melibatkan zat (materi) dan energi (Depdiknas, 2003:2).
Melalui pelajaran fisika memungkinkan dijalinnya kerjasama berbagai sumber daya dan kemampuan dalam meningkatkan pengalaman, kreasi, inovasi, prestasi dan ketinggian moral fisika. Kemampuan ini sebagai bekal bagi siswa untuk memahami dan mengaplikasikan konsep-konsep dasar fisika dalam kehidupan sehari-hari.
Dari hasil pengalaman menyelenggarakan proses belajar mengajar pada kelas X dengan menggunakan software pendidikan pesona fisika dan latihan soal menunjukkan hasil yang belum memuaskan untuk materi Listrik Dinamis. Data menunjukan pencapaian skor rata-rata 5,5. Nilai < 6,0 terdapat 34,8 %, nilai 6,0-7,9 terdapat 43,5 %, dan nilai 8,0-9,0 hanya mencapai 21,7 %. Hal ini tampak pada penyelesaian soal-soal fisika jenis uraian, siswa hanya dapat menyelesaikan soal-soal fisika yang bentuknya sama dengan contoh yang telah dipelajarinya. Bila soalnya memiliki bentuk yang berbeda, walaupun penyelesaiannya sama seperti contoh soal yang sudah dipelajarinya, siswa tidak mampu menyelesaikan soal tadi. Masalah ini terjadi ketika mempelajari standar kompetensi menerapkan konsep keistrikan dalam berbagai penyelesaian masalah dan berbagai produk teknologi, Dengan kompetensi dasar menformulasikan besaran-besaran listrik rangkaian tertutup sederhana (satu loop) dan menggunakan alat ukur listrik.
Fisika sebagai salah satu pelajaran sains, menurut siswa memiliki tingkat kesulitan, rumit dan membosankan. Hal tersebut merupakan tantangan, sehingga guru fisika diharpakan dapat melakukan inovasi dalam pembelajaran fisika agar suasanan belajar menjadi menyenangkan, dan mencerdaskan para siswa.
Rendahnya prestasi belajar para siswa disebabkan salah satunya kurangnya konsistensi internal diantaranya tujuan, metode, dan evaluasi pengajaran. Untuk itu tujuan perlu dirumuskan dan evaluasi mengacu tujuan agar hasil belajar siswa memuaskan (Subiyanto, 1988:26)
Dengan adanya software pendidikan pesona fisika sebagai media pembelajaran memberi kesan bahwa tujuan, metode pengajaran, dan pembelajaran bukan merupakan sesuatu yang sulit dan memberatkan siswa. Software pendidikan pesona fisika memiliki kelebihan diantaranya membantu guru secara tepat dalam pembelajaran, menyegarkan guru akan prinsip-prinsip pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. Akan tetapi karena software pesona fisika adalah media pembelajaran maka perlu digunakan secara sinergi dengan sumber-sumber lain. Ada enam sumber belajar yang dapat digunakan diantaranya: orang, pesan, bahan (media), alat teknik dan latar.
Pemilihan secara cermat pada topik dan subtopik pesona fisika dipadukan dengan ceramah yang diselingi tanya jawab dan ada bagian yang disajikan secara teacher centred adalah pelengkap dari pesona fisika itu sendiri.